Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

SOSIAL BUDAYA

  • Sabtu, 21 April 2012
  • ygw-gila
  • SOSIAL BUDAYA

    Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.


    Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
    Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

    Lingkungan Sosial Budaya
    Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai makhluk
    biologis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia atau “homo
    sapiens”, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran masing-masing
    dalam menunjang sistem kehidupan. Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian
    dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya.
    Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis pengikut Darwin menyatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi selama ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yang menyanggah teori evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah.
    Pemahaman tentang hidup dan kehidupan, itu tidak mudah. Makin banyak hal yang Anda
    lihat tentang gejala adanya hidup dan kehidupan, makin nampak bahwa hidup itu sesuatu
    yang rumit. Pada individu dengan organisasi yang kompleks, hidup ditandai dengan
    eksistensi vital, yaitu: dimulai dengan proses metabolisme, kemudian pertumbuhan,
    perkembangan, reproduksi, dan adaptasi internal, sampai berakhirnya segenap proses itu
    bagi suatu “individu”. Tetapi bagi “individu” lain seperti sel-sel, jaringan, organ-organ,
    dan sistem organisme yang termasuk dalam alam mikroskopis, batasan hidup adalah tidak
    jelas atau samar-samar.
    Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yang didukung tidak saja
    oleh makhluk hidup (biotik), tetapi juga benda mati (abiotik), dan berlangsung dalam
    dinamikanya seluruh komponen kehidupan itu. Ada perpaduan erat antara yang hidup
    dengan yang mati dalam kehidupan. Mati adalah bagian dari daur kehidupan yang
    memungkinkan terciptanya kehidupan itu secara berlanjut.
    Makhluk hidup bersel satu adalah makhluk yang pertama berkembang. Jutaan tahun
    kemudian kehidupan di laut mulai berkembang. Binatang kerang muncul, lalu ikan
    kemudian disusul amphibi. Lambat laun binatang daratan berkembang pula muncul
    reptil, burung dan binatang menyusui. Baru kira-kira 25 juta tahun yang lalu muncul
    manusia kemudian berkembang berkelompok dalam suku-suku bangsa seperti saat ini,
    dan hampir di setiap sudut bumi ditempati manusia yang berkembang dengan cepat.

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint