Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Musyawarah Masyarakat Adat

  • Sabtu, 21 April 2012
  • ygw-gila

  • dscn2493.jpg  dscn2498.jpg  dscn0813.jpg 
    dscn2534.jpg  dscn0822.jpg  dscn2499.jpg 
    Upacara adat di Dusun Sukaria

    Musyawarah Masyarakat Adat

    Musyawarah dengan masyarakat adat adalah salah satu langkah awal yang harus kita lakukan pada saat akan menyusun suatu kegiatan. Langkah ini dilakukan karena masyarakat sendirilah yang paling mengerti apa yang mereka butuhkan. Tidak mungkin membuat suatu program yang tujuannya adalah untuk pengembangan masyarakat tanpa melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
    Kehadiran perusahaan atau industrialisasi dimanapun tempatnya akan selalu membawa perubahan bagi masyarakat disekitar perusahaan tersebut beroperasi. Perubahan tersebut dapat bersifat positif ataupun negatif. Perubahan yang bersifat positif misalnya semakin terbukanya arus informasi dan teknologi sehingga membuat masyarakat dapat mengakses informasi atau kejadian diluar daerah mereka sehingga terlepas dari keterbelakangan budaya.
    Perubahan yang bersifat positif seringkali membawa dampak yang negatif jika tidak difilter dengan kemampuan memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk. Sedangkan kemampuan untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk berhubungan dengan tingkat pendidikan mereka.
    Beberapa perubahan dalam masyarakat akibat adanya industrialisasi adalah pertama, daya kohesi sosial masyarakat umumnya makin memudar, dan di saat yang sama mulai tumbuh sikap dan perilaku masyarakat yang cenderung makin soliter dan individualistik.  Kedua, industrialisasi dan kehadiran para pendatang umumnya menyebabkan terjadinya pergeseran gaya hidup di kalangan generasi muda, dan menyebabkan peran tradisi serta adat-istiadat pada akhirnya hanya tinggal sebagai ritus, tetapi tidak memiliki daya untuk menentukan perilaku warga masyarakatnya. Ketiga, industrialisasi dalam beberapa hal menyebabkan memudarnya daya kohesi sosial sesama penduduk lokal, dan bahkan memantik timbulnya kecemburuan sosial.  Keempat, resistensi sosial dan konflik yang timbul di kalangan penduduk lokal umumnya dipicu oleh adanya perlakuan yang dinilai tidak adil dari perusahaan yang masuk ke wilayah setempat.
    Untuk mereduksi perubahan dalam masyarakat yang memungkinkan terjadinya konflik perlu dilakukan pendekatan dengan cara mengadakan musyawarah dengan masyarakat adat.  Dari musyawarah ini kita memanfaatkan pandangan dan sistem kepercayaan tradisional sebagai setting budaya dan dasar pertimbangan dalam intervensi program pengembangan masyarakat lokal. Setelah itu kita melakukan pengembangan forum sosial untuk memfasilitasi pertemuan penduduk setempat, baik intern kampung maupun lintas kampung lalu pelibatan penduduk lokal dalam proses perencanaan dan penyaluran program bantuan secara benar dalam PBM/Perencanaan Bersama Masyarakat. Diharapkan cara ini memudahkan dan memperkecil kemungkinan terjadinya resistensi dari masyarakat dalam merespon perubahan dan pengembangan, mencegah terjadinya konflik sosial yang terbuka antar penduduk setempat atau antarkampung serta meningkatkan partisipasi penduduk setempat dalam proses perumusan dan pelaksanaan program pembangunan.

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint