Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

'Indonesia - Jawa Timur' Category

  • Selasa, 08 Mei 2012
  • ygw-gila
  • Postingan ini diawali dengan sebuah tawaran. Ingin berfoto layaknya sedang berada di Luar Negeri (bahkan Eropa), tetapi tidak mempunyai uang yang cukup untuk pergi kesana? Jawabannya mudah, pergi saja ke Kediri. Kok bisa?
    img_2423e_blog
    Sejak tahun 2008, Kabupaten Kediri mempunyai sebuah landmark baru. Sebuah monument yang secara sekilas mirip dengan monument Arc de Triomphe di Paris yang sangat tersohor itu. Monumen tersebut diberi nama Simpang Lima Gumul (SLG)
    Simpang Lima Gumul terletak di sebuah persimpangan lima jalan yang menuju ke lima daerah di Kabupaten Kediri, yakni Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten (karena itu lah namanya Simpang Lima). Orang-orang kabupaten Kediri sering menyebutnya Nggumul ataupun Proliman.

    Liburan lebaran yang lalu, aku berkesempatan mengunjungi monument ini bersama istriku tercinta. Kebetulan kami memang mudik ke Kediri.

    Kerapan Sapi, Formula Satu Asli Indonesia

    Semua pembaca wongkentir pasti sudah pernah mendengar kerapan sapi. Ya, itu adalah nama sebuah perlombaan balapan sapi yang sangat termahsyur di Pulau Madura. Dalam kerapan sapi yang berlomba adalah sepasang sapi yang dikendalikan oleh seorang joki. Sepasang Sapi itu disatukan dengan cara dijepit lehernya dengan alat yang diberi nama Pangonong.

    Bagi rakyat Madura, kerapan sapi bukan hanya sebuah balapan biasa, tetapi sebuah pertaruhan gengsi dan harga diri. Karena itu tidak heran, persiapan para peserta sebelum berlomba sangat luar biasa. Semua persiapan itu dilakukan bahkan beberapa minggu hingga bulan sebelum perlombaan, mulai mempersiapkan sapi, latihan demi latihan dan tidak lupa suplemen khusus untuk si sapi.
    Sapi untuk kerapan bukan sapi biasa, tetapi sapi yang harus memenuhi spesifikasi khusus. Oleh karena itu harga sapi kerapan sangat mahal, kabarnya hingga mencapai ratusan juta. Apalagi jika sapi itu menjadi juara, harganya bisa lebih selangit lagi.
    Kerapan Sapi diadakan setiap tahun di Madura, dengan puncaknya adalah partai final yang biasanya diselenggarakan di Bulan Oktober dan memperebutkan piala presiden.

    Menjoesoeri Kota Toea Soerabaja

    Teman-teman pembatja blog wongkentir jang setia, pastinja soedah tahoe, djikalaoe kota Soerabaja dikenal sebagai kota Pahlawan. Joeloekoen ini disematdjkan sedjak peristiwa pertempoeran 10 nopember 1945 jang sangat tersohor itoe. Saat itoe arek-arek Soeroboio berperang dengan gagah berani melawan tentara sekoetoe (jang dibontjengi oleh belanda) meski hanja dengan bersenjatakan bamboe roentjing.

    Dengan diiringi pekik Allahu Akbar dan semboian Merdeka ataoe Mati jang dikoemandangkan oleh Boeng Tomo lewat radio, mereka bertempoer sampai titik darah penghabisan, mempertahankan tanah air jang mereka tjintai.
    Kini, lebih dari 65 tahoen sejak pertempoeran itoe, Soerabaja telah berkembang menjadi kota metropolitan jang siboek. Berbagai matjam jenis indoestri toemboeh di kota kelahirankoe ini, moelai dari tekstil, baja, elektronik, foernitoere, telekomoenikasi, pariwisata dan aneka indoestri lainnja. Semoea itoe didoekoeng oleh sarana infrastroektoer distriboesi jang tjoekoep baik moelai dari pelaboehan Tanjoeng Perak jang meroepakan pelaboehan tersiboek di Indonesia timoer hingga bandara oedara internasional Joeanda.
    Meski modernisasi berkembang pesat di Soerabaja, kenangan akan masa-masa pendoedoekan VOC jang dilanjoetkan dengan penjajahan kolonial Belanda masih bisa diteloesoeri di kota ini. Peninggalan terbanjak adalah di daerah Soerabaja Oetara, moelai dari kawasan JL Rajawali, JL Kembang Jepun, JL Djembatan Merah, JL Pahlawan hingga JL Toenjoengan.

    Berkunjung ke PLTU Pacitan

    Tugas akhirnya membawaku ke PLTU paling eksotis di Pulau Jawa, yakni PLTU Pacitan. Kesempatan itu datang pada akhir Maret 2011. Pusat Listrik Tenaga Uap ini terletak di Desa Bawur, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. Saat berkunjung kesana dan saat blog ini ditulis, PLTU made in China ini masih dalam proses pembangunan.
    img_8820_400
    PLTU Pacitan ini adalah PLTU berbahan bakar batubara yang masuk dalam proyek PPDE (Proyek Percepatan Diversifikasi Energi) 10000 MW yang dulu dicetuskan di era SBY-JK. Nantinya, PLTU ini akan mempunyai kapasitas daya terpasang 2 x 315 MW dan diharapkan dapat mengurangi defisit listrik di Pulau Jawa, khususnya wilayah selatan Jawa.

    Menuju PLTU Pacitan dari Surabaya bisa ditempuh dari dua arah. Yang pertama adalah jarak terpendek, yakni melewati Kabupaten Tulung Agung dan Trenggalek. Ini adalah rute yang kulalui saat kunjungan yang lalu baik saat berangkat maupun saat pulang.

    Historical Tour at Trowulan

    Pernah mendengar kota Trowulan? Bagi pembaca sekalian yang tinggal di Jawa Timur, nama sebuah kecamatan yang terletak di ujung barat Kabupaten Mojokerto pasti sudah tidak asing lagi. Tapi belum tentu bagi teman-teman di luar propinsi Jawa Timur. Sebuah hal yang ironi karena konon dahulu kala, sekitar 6 abad yang lalu, kota ini diyakini adalah pusat sebuah kerajaan terbesar di nusantara, bahkan di Asia. Kerajaan itu bernama Majapahit. Sebagai informasi tambahan, Trowulan sedang diusahakan oleh negara kita untuk masuk kedalam UNESCO World Heritage Centre ( http://whc.unesco.org/en/tentativelists/state=id), bergabung dengan Borobudur, Prambanan dan Sangiran yang sudah dulu masuk.
    img_7372_blog
    Kunjungan ke kota Ayutthaya, Thailand, beberapa minggu yang lalu meninggalkan beberapa kesan bagiku. Reruntuhan kerajaan yang pernah menguasai Thailand sebelum dibumi hanguskan oleh Burma itu sungguh menarik dan sangat mempesonaku. Sejak saat itu, aku mendadak menjadi tergila-gila pada sejarah.
    Hanya berselang seminggu setelah kunjungan ke Ayutthaya, aku memutuskan untuk berkunjung ke Trowulan. Ini seperti membuktikan kegilaanku pada sejarah. Trip kali ini, Aku berhasil mengajak Aris, Hikma dan Fendhito. Ini adalah wisata sejarah sekaligus ajang hunting foto. Karena jarak Trowulan yang tidak terlalu jauh dari Surabaya (1 jam 15 menit perjalanan), kami memutuskan untuk menjadi biker.

    Pesona Prigi

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa wilayah selatan pulau jawa menyimpan banyak sekali pesona laut. Barisan pantai yang berjajar dari ujung timur pulau jawa di Banyuwangi hingga Ujung kulon di Banten menawarkan pemandangan yang eksotis sekaligus penuh misteri.
    img_0607_blog
    Gulungan ombak yang cukup tinggi dengan suara deburannya yang keras dipadu dengan cerita rakyat tentang adanya penguasa ratu selatan adalah daya tarik yang ditawarkan oleh pantai-pantai di selatan pulau jawa. Dengan adanya cerita rakyat yang tetap berkembang hingga saat ini tersebut, muncullah berbagai acara tahunan yang cukup menarik untuk disaksikan, seperti sedekah laut, upacara laut dan lain-lain. Setiap daerah memiliki jadwal yang berbeda-beda dalam penyelenggaraan acara-acara tersebut.

    Sparkling Surabaya

    Pernah dengar dua kata diatas? Bagi yang bukan warga kota Surabaya, mungkin jarang atau malah tidak pernah mendengar dua kata ini. Itu wajar. Tetapi bagaimana dengan anda warga kota Surabaya?
    sparkling-surabaya
    Jika anda belum pernah mendengarnya, berarti slogan kota yang dicanangkan oleh wakil walikota Surabaya tahun 2006 silam, yang saat itu dijabat oleh bapak Arif Afandi, belum mengena sepenuhnya ke seluruh warga.
    img_0422_blog
    Ya Sparkling Surabaya. Itulah logo, slogan sekaligus visi kota Surabaya sekarang ini. Surabaya yang berkilau, yang bergemerlap disana-disini, yang bermandikan cahaya, itulah maksud dari logo itu.

    Bromo, Anugerah Terindah Sang Pencipta

    Di propinsi Jawa Timur, tepatnya di Kab Probolinggo, berdiri tegak sebuah gunung yang sangat termahsyur di dunia. Dialah Bromo, sebuah gunung berapi setinggi 2392 m, yang hingga kini masih aktif. Bagi masyarakat sekitar, bromo adalah gunung suci yang menyimpan banyak sekali misteri.
    br02
    Mengunjungi bromo adalah sebuah impian lama buatku. Sebenarnya aku sudah pernah mengunjungi bromo 13 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1997, tapi saat itu aku hanya sampai kawah saja. Belum mengunjungi bukit penanjakan yang tersohor, pasir berbisik yang eksotis, serta bukit teletubbies yang menjadi surga para fotografer.
    br06
    Bersama anggota 3GP yang lainnya, Hikma Pratama dan Aris Widodo, aku berniat menaklukan bromo untuk kedua kalinya. Untuk acara kali ini, kami ingin benar-benar menyelami peran sebagai backpacker. Untuk itu di perjalanan kami kali ini, kami memutuskan untuk naik kendaraan umum.

    Lukisan senja di Pantai Utara Jawa

    Kala langit sore cerah dan senja datang, itu adalah saat-saat yang sangat indah bagiku. Senja begitu mempesonaku. Entahlah, sejak kapan tepatnya aku menyukai senja, karena yang aku ingat, ketika kecil dulu,aku selalu kesal ketika senja tiba. Senja adalah pembuka malam, dan kala ku kecil, aku sangat membenci malam.
    senja2
    Ketika malam datang dan kegelapan membungkus bumi, aku selalu ketakutan. Selain itu, malam berarti berakhirnya masaku bermain dengan kawan-kawan dan tibalah saatku untuk belajar. Dan itulah yang membuatku membenci malam, dan juga senja.

    Antara Gresik dan Malang pada 24 April 2010

    Ketika matahari belum menampakkan jati dirinya di hari Sabtu, 24 April 2010 ini, aku sudah beranjak meninggalkan rumah. Tepat jam 5.30 pagi, aku memulai perjalananku menuju Malang. Halah, mau ke Malang aja bahasanya sok puitis banget. Kayak mau ke Luar Negeri aja, he he he. Aku berangkat ke Malang dalam rangka menghadiri acara resepsi pernikahan sepupuku, Fanie.
    img_6295_fb
    Sebenarnya Malang dan Gresik itu berdekatan. Kalau kata mbah google dari aplikasi google maps, jarak antara kedua kota ini hanya sekitar 109 km dengan lama perjalanan sekitar 1 jam 45 menit. Tapi sejak 4 tahun yang lalu, perjalanan antara Gresik dan Malang menjadi lebih panjang lagi. Semuanya karena sebuah ulah manusia yang serakah dalam bentuk semburan lumpur panas. Bencana yang hingga kini tidak diketahui akan berakhir kapan. Hiks. Bencana yang telah merenggut kebahagiaan warga Porong, merampas senyum anak-anak Sidoarjo dan menghapus jejak kenangan masa silam. Ironisnya, saat ini, sang “penanggung jawab” kejadian, malah berpesta pora. Sur, sudah sur… Back to topik..

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint