Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Romantisme Pantai Losari

  • Selasa, 08 Mei 2012
  • ygw-gila
  • Berkunjung ke Makassar, tak lengkap rasanya jika belum menjejakkan kaki ke Pantai Losari. Di setiap brosur wisata, poster ataupun pamflet tentang wisata Makassar, foto pantai losari selalu menjadi menu utama didalamnya.

    Pantai Losari sebenarnya bukanlah sebuah pantai berpasir seperti pantai kuta, pantai parangtritis ataupun pantai kenjeran Surabaya, tetapi hanyalah sebuah bangunan beton untuk menahan air laut yang terhampar di pesisir barat kota Makassar.
    Hal yang menarik dari pantai Losari adalah adanya sebuah anjungan dengan tulisan PANTAI LOSARI. Bukan tulisannya yang menarik, tapi ide membuat tulisan itu yang membuatku sangat tertarik. Menurutku itu sebuah ide yang brilian. Tulisan itu serasa menjadi magnet bagi para pelancong untuk datang ke Makassar untuk kemudian berfoto dengan latar belakang tulisan tersebut. Dengan berfoto didepan tulisan itu berarti dianggap bukti sah bahwa seseorang telah berkunjung ke Makassar dan telah menjejakkan kaki di Pantai Losari. Coba kalau tulisan itu gak ada, apa bukti bahwa seseorang telah ke Pantai Losari. Sangat brilian bukan. Hanya dengan membuat tulisan yang mungkin tidak terlalu mahal, bisa menghasilkan pendapatan daerah yang cukup besar.
    Selama di Makassar, Aku dan dewi setiap hari ke anjungan Pantai Losari yang dari hotel tempat kami menginap hanya berjarak 50 meter. Setiap hari pantai ini ramai dengan pengunjung. Terutama kala sore menjelang. Entahlah mengapa, tapi aku merasakan suasana romantisme yang sangat kuat kala berada di pantai ini menjelang senja.

    Melihat orang-orang ramai berkumpul sambil ngobrol, bercanda, dan tertawa sungguh membuat hati ini terasa nyaman dan tenteram. Istriku bahkan iri, Surabaya ataupun Gresik tidak punya tempat seperti ini. Jaman sekarang, jika ingin berkumpul bersama keluarga ataupun teman dan pacar, orang-orang lebih memilih Mall. Makassar telah memberiku suasana yang lain. Karena itulah setiap sore menjelang, selama di Makassar, aku dan istriku tidak pernah absen menjejakkan kaki di sini.

    Sambil menikmati sunset, kami membeli pisang epe. Ini adalah pisang bakar khas Makassar. Di sepanjang pantai Losari banyak berjajar penjual pisang epe. Konon dulu hanya ada satu rasa pisang epe di Makassar. Tapi kali ini banyak sekali varian rasanya, mulai dari keju, durian, cokelat atau kombinasi kedua bahkan ketiga-tiganya.
    Bagi yang ingin bermain air, di area pantai losari banyak sekali macam permainan air, mulai dari banana boat, sepeda air ataupun sekedar naik perahu keliling pesisir barat Makassar. Tapi buat kami, duduk, merasakan semilir angin mamiri makassar dan memandangi sunset dengan sepiring pisang epe sudah lebih dari cukup.

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint