Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Noken Papua Sebagai Warisan Budaya?

  • Sabtu, 21 April 2012
  • ygw-gila
  • Saat beberapa waktu lalu mengunjungi Papua, saya melihat banyak penduduk lokal yang mengenakan tas rajut yang dikenakan dengan cara menggantungkannya di kepala. Mereka menyebut tas ini sebagai noken. Saya menjadi semakin familiar dengan model tak ini manakala perjalanan saya menyentuh daerah Wamena yang merupakan salah satu daerah terpencil. Banyak penduduk yang berlalu lalang ke pasar dengan memakai tas tradisional ini.

    Dulu saya pikir hanya suku etnik Khmu di Vietnam atau para porter wanita di Nepal yang membawa tas semacam noken, digunakan dengan cara digantungkan di belakang kepala. Ternyata di Papua, juga ada teknologi tradisional head-carrying-bag yang menurut ilmu ergonomi jauh lebih efisien.

    Ini adalah beberapa foto saya tentang perempuan Papua yang mengenakan noken dalam kehidupan sehari-hari.

    User posted image
    Noken adalah pakaian wajib saat pergi ke pasar Jibama, pasar sentral di Wamena.

    User posted image
    Bisa untuk bawa anak dan berbagai macam barang! Rawwkkzz!

    User posted image
    Bahkan dipakai dalam upacara bakar babi.

    User posted image
    Banyak dijual di desa-desa suku Dani, di pinggiran Wamena.

    User posted image

    Hingga hari ini saya membaca artikel bahwa noken diusulkan menjadi warisan budaya oleh Menbudpar:

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint