Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

200 Tahun Kota Bandung

  • Selasa, 08 Mei 2012
  • ygw-gila
  • Foto : Koleksi Pribadi
    Foto : Koleksi Pribadi
    Bandung, dalam sejarah perkembangan kotanya sangat kental dengan campur tangan dan kebijakan kolonial Belanda pada masa silam. Dari dataran tinggi Parahyangan inilah cekungan Bandung yang sunyi menjadi inspirasi untuk seorang Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada masa jabatan singkatnya ( 1808 - 1811 ) turut serta dalam melahirkan sebuah kota yang modern seperti sekarang ini.
    Bupati saat itu 1810 Raden Wiranatakusumah II masih menjadikan Parakan Muncang di  Bandung Selatan sebagai pusat pemerintahan. Kedatangan Gubernur Jendral Daendels ke Bandung dalam rangka menyelesaikan projek besar Groot Posweg dari Anyer sampai Panarukan, maka mengajak  Bupati saat itu untuk memindahkan pusat Kota Bandung ke arah Utara mengikuti jalur proyek jalan raya yang dikembangkan.
    Atas dukungan Bupati Wiranatamusumah II, maka proyek Groot Posweg atau yang dikenal dengan Jalan Raya Pos dikembangkan di daerah utara termasuk memindahkan kantor Kabupaten ke arah Utara sekarang ini.  Hari ini 25 September 1810 Tepat 200 tahun yang lalu, 25 September 1810 di cikal bakal kota Bandung saat ini Daendels membuat sebuah perintah berbunyi ” Zorg, dat als ik terug hom hier, een stad is gebrouwd ” atau kurang lebih penafsirannya ” Jika saya kembali lagi kesini, disini telah dibangun sebuah kota”. Kini tempat tulisan yang dulu dibuat oleh daendel menjadi titik 0 kilometer kota Bandung, dan tanggal tersebut diresmikan sebagai pendirian kota itu sendiri.
    Akhirnya, kota Bandung saat ini begitu maju pesat karena dukungan industri pertanian dan perkebuhan termasuk penghasil teh terbaik bahkan saat itu menjadi menghasil Kulit Kina sebagai bahan baku Obat Malaria yang memasok hampir separuh kebutuhan dunia. berkembang kemudian Kolonial mendirikan beberapa kantor pusat bisnis dan pemerintahan di Bandung seperti Pos dan Giro ( sampai sekarang), Kereta Api ( sampai sekarang ), Telkom ( sampei sekarang dulu masih bergabung tengan Pos ), dan beberapa pusat kemiliteran.
    Paska kemerdekaan, tahun 1955 kota Bandung telah mencatatkan sejarah dijadikan pertemuan  konferensi Asia Afrika yang melahirkan Spirit of Bandung. Sepuluh butir Spirit of Bandung sangat menyemangati para pemimpin negara-negara Asia Afrika yang bergabung dalam Non Block untuk berdiri sederajat dengan negara-negara maju.
    Sekarang, kotaBandung tetap menjadi tempat yang menarik untuk berwisata, berusaha,  tempat belajar di perguruan tinggi, maupun sebagai tolok ukur dari kemajuan fashion dalam negeri.
    Tepat juga hari ini, di usia 2 abad kota Bandung tetap menjadi tempat wisata yang tidak boleh terlewatkan, termasuk para komunitas bloggers didukung Blogdetik dan Speedy sedang NGUMBAR. Satu pesta bloggers yang tentu saja sangat disayangkan bila tidak menjadi bagian didalamnya.
    ” Selamat Hari Jadi ke 200 tahun Kota bandung “

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    (c) Copyright 2010 sosial-budaya. Blogger template by Bloggermint